Indonesia Feng Shui Services and Consulting

On-site Services Menu :
- Residential
- Commercial
- Cemetry
- Feng Shui exterior & interior design
- Various Feng Shui audit & program

 
Home l Feng Shui Center l About Us l Consulting l Articles l Download l Free Register l Contact Us
 

Home

Visi & Misi

Our Logo

Frequently Ask Question

Off-site consulting

On-site consulting

Feng Shui Logo Service

Date Selection services

Tips & Trick

Teori & Praktek

Sejarah & Tradisi

Contact Us

 

Partners Associate



Tips Feng Shui Air


 

Tips Feng Shui Topografi
Pedoman Feng Shui Anda ketika memilih daerah lingkungan perumahan.





Feng Shui Topografi


Ada 2 faktor utama yang mempengaruhi Feng Shui dari topografi atau bentuk lansekap, yaitu faktor dari luar dan faktor dari dalam. Faktor dari luar adalah hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan, yaitu keadaan tanah, gunung, jalan air, jalan lalu-lintas, ataupun obyek sekitar (dikenal dengan istilah Po Sha dalam bahasan Mandarin) seperti: bangunan tetangga sekitar, serta adanya pohon, tiang, dll. Faktor dari dalam adalah hal-hal yang bisa kita kendalikan, yaitu bentuk rumah, posisi pintu utama, tangga, kamar tidur, kamar mandi, dapur, kompor, dll.

Studi topografi atau lansekap adalah inti dari praktek Feng Shui dari aliran atau metode apapun. Hal ini telah tertulis pada jaman dinasti Qing (tahun 1644 1911 Masehi) oleh seorang master Feng Shui bernama Ma Tai Qing dalam sebuah buku klasik Feng Shui yang berjudul Di Li Bian Huo. Mengapa? Karena waktu itu Beliau pernah ditanya oleh seorang muridnya:

Saat sekarang terdapat banyak aliran ataupun metode Feng Shui, lantas mana yang harus dipakai sebagai metode utama?

Jawab: Metode utama dalam Feng Shui adalah menganalisa bentuk lansekap (topografi) terlebih dahulu, karena bentuk lansekap adalah esensi utama, sedangkan arah kompas adalah penggunaannya. Jika bentuk lansekap kurang baik maka Anda tidak bisa memperoleh esensi utama dalam Feng Shui dan arah kompas sebaik apapun yang Anda pakai tidak ada gunanya. Tetapi jika kita menganalisa bentuk lansekap telah benar sesuai dengan metode dalam menentukan pola gunung serta pola air yang benar maka 50% Feng Shui yang Anda praktekkan sudah baik.


Metode ini dikenal dalam sebuah pameo Feng Shui yang mengatakan Luan Tou Wu Jia, Li Qi Wu Zhen atau bentuk lansekap atau kondisi dan situasi lingkungan sekitar harus diutamakan lebih dahulu sebelum menggunakan metode arah kompas. Di masa lalu, analisa bentuk lansekap dilakukan berdasarkan kedekatan rangkaian gunung (dikenal dengan istilah Long Mai dalam bahasa Mandarin) dengan lokasi tempat yang dibangun, serta elemen tanah. Selain itu, juga dianalisa berdasarkan aliran air, misalnya sungai, sumber air yang dapat membekukan energi Qi yang terpancar dari sebuah gunung. Di jaman modern ini, gunung dan air ditafsirkan sebagai tanah tinggi, bangunan, pohon, serta jalan lalu lintas yang melalui tempat yang dituju.

Pada dasarnya, bicara mengenai topografi atau kondisi lansekap dalam Feng Shui dibagi menjadi 3 bagian besar, yaitu:
1. Gao Gang Long: Lansekap dataran tinggi yang melebihi 2000 meter di atas permukaan laut dan bentuk tanah menggelombang.
2. Ping Gang Long: Lansekap dataran tinggi yang kurang dari 2000 meter di atas permukaan laut dan bentuk tanah mengelombang.
3. Ping Yang Long: Lansekap dataran rendah yang datar dan bentuk tanah tidak menggelombang.

Kondisi pertama (Gao Gang Long) hanya cocok digunakan sebagai tempat spiritual atau tempat ibadah yang bisa kita temui di dataran Tiongkok. Kondisi kedua (Ping Gang Long) cocok digunakan oleh tempat tinggal, seperti halnya di kota-kota Indonesia masuk dalam kategori ini. Kategori ketiga (Ping Yang Long) adalah kondisi yang sangat jarang kita temui walaupun bisa terjadi pada negara tertentu dan masih bisa digunakan sebagai tempat tinggal.

Bentuk topografi dari suatu daerah dapat membentuk tipe energi atau sifat energi yang membentuk suatu ciri khas tertentu. Dan pada umumnya, daerah dengan pegunungan dibelakang yang meluas ke bagian kanan dan kiri sehingga mengapit daerah tersebut dianggap memiliki Feng Shui yang baik karena daerah tersebut memiliki sebuah pendukung di belakang dan dilindungi oleh tanah yang lebih tinggi di sisi kiri dan kanan. Ini berarti bahwa orang yang menempati daerah tersebut akan mendapat dukungan dari semua sektor dalam usaha mereka dan akan memiliki teman atau kolega yang menolong mereka. Situasi ini juga menyatakan sebuah stabilitas, seperti sebuah tahta kaisar dengan semua pejabat dan tentara yang memberikan perlindungan dan dukungan.

Kondisi ini bisa diperkuat dengan daerah yang luas didepannya yang berfungsi sebagai Ming Tang atau mengumpulkan energi di depan rumah atau bangunan. Daerah luas di depan memberikan perspektif yang luas tentang masa depan seseorang dan meramalkan tiadanya halangan dalam usaha mereka. Maka kondisi penting dari Feng Shui yang baik adalah:
1. Dengan memiliki tanah yang lebih tinggi di belakang kavling,
2. Memiliki tempat yang lebih rendah, terbuka, luas atau tanpa penghalang di depan kavling.
3. Memiliki perlindungan dalam bentuk gunung atau bangunan yang lebih tinggi di samping kiri dan kanan.

Oleh karena itu, bila Anda membangun rumah di bagian tertinggi dari suatu lokasi, rumah tersebut tidak memiliki Feng Shui yang baik karena tipikal bangunan seperti ini bisanya hanya didesain dengan tujuan tertentu seperti menahan segala energi negatif untuk merubahnya dalam bentuk yang positif dan dalam hal ini tempat ibadah seperti kuil kuil di Tiongkok melakukan tujuan tersebut. Istilah desain seperti ini disebut dengan Feng Xiong Hua Ji dalam bahasa Mandarin atau merubah yang minus menjadi plus, namun sekali lagi lokasi ini tidak baik sebagai rumah tinggal.

1 2 Next


 
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * © 2008 by Indonesia Feng Shui Online Center
Powered by Krabsite