Indonesia Feng Shui Services and Consulting

On-site Services Menu :
- Residential
- Commercial
- Cemetry
- Feng Shui exterior & interior design
- Various Feng Shui audit & program

 
Home l Feng Shui Center l About Us l Consulting l Articles l Download l Free Register l Contact Us
 

Home

Visi & Misi

Our Logo

Frequently Ask Question

Off-site consulting

On-site consulting

Feng Shui Logo Service

Date Selection services

Tips & Trick

Teori & Praktek

Sejarah & Tradisi

Contact Us

 

Partners Associate


Kompas Feng Shui Aliran San Yuan





 



 

Feng Shui Aliran San He
Praktek Feng Shui yang mengutamakan lansekap, letak gunung dan sungai.





Kompas Feng Shui Aliran San He


Lingkaran 19: Wen Tian Xing Du Ji Xiong / 365.25° Pei Wu Xing.

Berapakah jumlah hari dalam 1 tahun yang Anda ketahui? Jika jawaban Anda adalah 366 hari, maka jawaban tersebut masih kurang tepat. Mengapa? Karena jumlah hari secara persisnya adalah 365.25 hari yang kemudian dibulatkan oleh penanggalan Barat menjadi 366 hari. Mengetahui berapa jumlah hari secara tepat berdasarkan bumi mengitari matahari dalam 1 tahun (365.25) telah diketahui oleh pakar astronom Tiongkok sejak jaman dinasti Han (mulai 206 Sebelum Masehi) atau lebih dari 2200 tahun yang lalu sebelum penanggalan Barat ditemukan (Gregorian Calendar). Angka 365.25 adalah angka derajat (Xing Du) dari perbintangan di langit. Ini juga mewakili tiap harinya untuk tiap 1 derajat. Dan diukur berdasarkan 28 konstelasi bulan (28 Xiu), oleh karena itu mengapa dalam kompas Feng Shui kita mengenal ada 2 lingkaran derajat kompas, yang pertama adalah 365.25° berdasarkan lingkaran kompas Tiongkok sedangkan yang kedua adalah 360° (pembulatan dari 365.25 hari) berdasarkan lingkaran kompas Barat. Lantas, mengapa kita menggunakan parameter 28 konstelasi bulan (28 Xiu)? Agar pembagian konstelasi di langit dari perbintangan tersebut dapat dipetakan dengan sempurna. Pembagian konstelasi di langit ini sangat penting karena untuk menentukan posisi bintang dan planet secara sempurna di galaksi kita. Kenyataannya adalah posisi konstelasi perbintangan di langit selalu berubah 1° setiap 71.6 tahun. Dengan kata lain, lingkaran 19 harus disesuaikan posisi sektornya tiap 71.6 tahun, akan tetapi hal ini masih dibiarkan sampai sekarang walaupun ada kompas Feng Shui (Luo Pan) tertentu yang mengikuti perubahan konstelasi perbintangan di langit tiap tahunnya walaupun tidaklah praktis, menurut saya. Lantas bagaimanakah cara menggunakan lingkaran ini? Setiap konstelasi perbintangan yang berjumlah 28 (dapat dilihat pada lingkaran 20!) memiliki unsur (logam, kayu, air, api, dan tanah). Misalnya, konstelasi perbintangan (lingkaran 20!) no. 6 jatuh pada konstelasi ‘Wei’ jatuh pada sudut 76.38° memiliki unsur tanah, maka dengan melihat sektor 365.25° diketahui bahwa pada sudut 76.38° derajat pertama adalah berunsur api, sehingga api menghasilkan tanah. Derajat kedua adalah berunsur logam, sehingga tanah menghasilkan logam. Dan seterusnya! Disini menggunakan teori 5 unsur untuk menentukan derajat mana saja dari total 365.25° dari kompas Feng Shui yang baik dan buruk. Dan dalam kompas Feng Shui derajat baik-buruknya ini ditandai dengan warna merah (berarti baik) sehingga dipakai untuk menentukan arah duduk bangunan. Berdasarkan sejarah lingkaran ini telah ada sejak jaman dinasti Song pada abad 960 – 1127 Masehi.

Lingkaran 20: 28 Xiu Fen Du.

Lingkaran ini bisa menjadi lingkaran yang berusia paling tua dalam kompas Feng Shui (Luo Pan). Mengapa? Berdasarkan sejarah, Tiongkok telah mengenal adanya 28 konstelasi langit sejak jaman dinasti Zhou pada abad 1027 – 221 Sebelum Masehi. Lingkaran ini adalah lingkaran 28 konstelasi langit. Dalam bahasa Mandarin kata ‘28 Xiu’ dapat diartikan sebagai istana bulan. Menurut Joseph Needham (dalam bukunya: Science and Civilization in China) para ahli astronom Tiongkok telah mengetahui diagram perbintangan langit sejak abad 2400 Sebelum Masehi. Perbintangan ini adalah 28 istana bulan atau dapat disebut sebagai konstelasi perbintangan yang mana membagi langit menjadi 28 sektor, dan setiap sektor memiliki ukuran yang bervariasi antara 0.5° - 30.25° berdasarkan kelebarannya. 28 konstelasi perbintangan ini diukur dari sepanjang garis ekuator dan bukan pada garis eklips (garis jalur Matahari), dan berbeda dengan zodiak perbintangan Barat. Sekalipun ukuran sektor 28 konstelasi perbintangan ini bervariasi derajatnya tetapi mereka semuanya dapat dimasukkan ke dalam lingkaran kompas Tiongkok 365.25°. Titik mulanya konstelasi dimulai dari bintang Da Jiao (disebut juga sebagai Tanduk Naga) pada sektor 126.16° arah Tenggara-1 (Chen – Cabang Bumi: 112.5° - 127.5°) dan berputar melawan jarum jam. Berdasarkan teori 28 Xiu atau konstelasi perbintangan ini, ke-5 benda alam, yaitu Matahari, Bulan, dan 5 Planet (Planet Yupiter, Planet Venus, Planet Saturnus, Planet Mars, dan Planet Merkurius) semuanya masuk ke dalam 28 konstelasi perbintangan ini. Dalam praktek Feng Shui lingkaran ini juga dapat dipakai untuk mencari hari baik, karena tiap hari tertentu dinaungi oleh 1 konstelasi perbintangan yang mana tiap 7 hari atau putaran 7 konstelasi perbintangan dinaungi oleh kelompok tertentu, yaitu: kelompok Naga Hijau, kelompok Harimau Putih, kelompok Kura-Kura Hitam, dan kelompok Burung Phoenix Merah. Karena ada 4 kelompok dan setiap kelompok mewakili 7 konstelasi perbintangan, maka: 4 kelompok x 7 konstelasi perbintangan = 28 konstelasi perbintangan sebagai berikut:



Secara totalnya, ada 14 konstelasi perbintangan yang membawa keberuntungan dan 14 konstelasi perbintangan yang membawa malapetaka. Sebagian dari praktek Feng Shui ada yang sangat menekankan pentingnya 28 konstelasi perbintangan ini tapi sebagian yang lain telah mengabaikannya dan hanya memakainya untuk mencari hari baik.


Diagram Perbintangan 28 Konstelasi Langit

Lingkaran 21: 360° Kompas Barat (360° Xian Du).

Ini adalah lingkaran yang terakhir dari kompas Feng Shui (Luo Pan). Sesuai dengan namanya: 360° Kompas Barat, maka kita tidak sulit menginterpretasikannya karena lingkaran ini adalah lingkaran kompas standar yang dipakai kompas umum lainnya. Kompas ini berfungsi sebagai referensi kita ketika menganalisa arah dan sektor tertentu (dari ke-20 lingkaran sebelumnya di atas!) jatuh pada berapa derajat pada kompas Barat. Perlu Anda ketahui bahwa kompas Feng Shui pada lingkaran 21 ini hanya ada setelah abad ke-20, lantas sebelumnya menggunakan apa? Sebelum abad tersebut kompas Feng Shui selalu menggunakan lingkaran ke-19: Wen Tian Xing Du Ji Xiong / 365.25° Pei Wu Xing sebagai lingkaran terluar kompas. Angka 365.25° adalah lingkaran kompas Tiongkok yang telah dipakai sebelum pengaruh dari Barat masuk dan tidak hanya dipakai untuk praktek Feng Shui saja tapi juga dipakai untuk aktivitas maritim (pelayaran). Baru ketika masuk abad 1697 Masehi ketika dinasti Qing (dinasti terakhir Tiongkok sebelum berdirinya RRC) semasa kekaisaran Gang Xi karena pengaruh dari bangsa Barat masuk terutama kelompok Jesuits menganjurkan Kaisar mengganti kompas Tiongkok lingkaran 365.25° menjadi lingkaran 360° untuk memudahkan pembagian lingkaran 1 sampai lingkaran 20 dalam angka yang genap. Walaupun pada kenyataannya lingkaran ke-19: 365.25° tetap masih ada dan dipakai, tapi peranan pentingnya telah digantikan oleh lingkaran ke-21 dan masih tetap dipakai sampai hari ini.



• Ringkasan Feng Shui aliran San He:

Feng Shui aliran San He adalah praktek Feng Shui yang lebih memfokuskan diri pada pengamatan dan analisa bentuk dan situasi lansekap, yaitu jalur sungai dan jajaran gunung (pegunungan). Kata ‘San He’ merujuk pada teori 12 cabang bumi yang mana terdapat 3 kombinasi yang membentuk keharmonisan. Teori utama yang dipakai aliran San He adalah teori 5 unsur (logam, kayu, air, api, dan tanah), teori 12 cabang bumi, teori 12 tahap kehidupan (12 Chang Sheng Jue), dan teori 10 tonggak langit. Istilah lain dari aliran San He biasanya juga disebut ‘Yang Gong Feng Shui’, ‘Luan Tou Pai’, ‘Xing Shi Pai’, ‘Gan Zhou Gu Fa’, dan ‘Jiang Xi Xin Fa’. Aliran ini mengkombinasikan pentingnya lokasi bangunan dan arah bangunan (Di Li), serta peranan waktu (Kan Yu). Pendiri dari aliran ini adalah: Guo Pu, Yang Yun Song (hidup abad 834 – 906 Masehi), Zeng Wen Chan (murid Yang Yun Song hidup pada abad 854 – 916 Masehi), Lai Bu Yi (hidup pada abad 1131 – 1162 Masehi), dan Liao Yu.

Asal mula aliran ini adalah berasal dari kota Gan Zhou yaitu kota distrik dari propinsi Jiangxi (di Tiongkok) yang juga kota kelahiran dari Yang Yun Song. Aliran San He juga berkembang sampai pada propinsi Fujian, propinsi Anhui, dan sampai sekarang berkembang di negara Taiwan. Perkembangan dari aliran San He awalnya dari dinasti Han (abad 206 Sebelum Masehi – 220 Masehi) terutama pada jaman Huai Nan Zi (abad 139 – 122 Sebelum Masehi). Kemudian teorinya berkembang pesat di tangan Yang Yun Song dengan menambahkan lingkaran Tian Pan Feng Zhen 24 Shan (lihat lingkaran 14 di atas!) ditambah peranan Lai Bu Yi dengan menambahkan lingkaran Ren Pan Zhong Zhen 24 Shan (lihat lingkaran 11!) yang berdasarkan titik astronomis. Pembagian dari perkembangan aliran San He adalah sebagai berikut:
1) Yang Gong Gu Fa (jaman dinasti Tang abad 618 – 906 Masehi).
2) Yang Gong Xin Fa (jaman 5 dinasti abad 906 – 960 Masehi).
3) Zheng Wu Xing San He (jaman dinasti Ming abad 1368 – 1644 Masehi).
4) Yi Xiang Pei Shu dan Shuang Shan Wu Xing yang dikembangkan oleh Wang Chao.
5) San He Jiu Xing.
6) Si Mu Jiu Xing.

Keterangan: Terjemahan bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia yang kami lakukan adalah berdasarkan interpretasi pribadi dan tidak dapat dianggap sebagai terjemahan yang dogmatis dan mutlak harus diikuti!

1 2 3 4 5 6 7 8 Next


 
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * © 2008 by Indonesia Feng Shui Online Center
Powered by Krabsite