Indonesia Feng Shui Services and Consulting

On-site Services Menu :
- Residential
- Commercial
- Cemetry
- Feng Shui exterior & interior design
- Various Feng Shui audit & program

 
Home l Feng Shui Center l About Us l Consulting l Articles l Download l Free Register l Contact Us
 

Home

Visi & Misi

Our Logo

Frequently Ask Question

Off-site consulting

On-site consulting

Feng Shui Logo Service

Date Selection services

Tips & Trick

Teori & Praktek

Sejarah & Tradisi

Contact Us

 

Partners Associate


Kompas Feng Shui Aliran San He





 



 

Feng Shui Aliran San Yuan
Praktek Feng Shui yang mengutamakan arah kompas, waktu dan kalender.





Kompas Feng Shui Aliran San Yuan


Lingkaran 22: 28 Xiu Fen Du.

Lingkaran ini bisa menjadi lingkaran yang berusia paling tua dalam kompas Feng Shui (Luo Pan). Mengapa? Berdasarkan sejarah, Tiongkok telah mengenal adanya 28 konstelasi langit sejak jaman dinasti Zhou pada abad 1027 – 221 Sebelum Masehi. Lingkaran ini adalah lingkaran 28 konstelasi langit. Dalam bahasa Mandarin kata ‘28 Xiu’ dapat diartikan sebagai istana bulan. Menurut Joseph Needham (dalam bukunya: Science and Civilization in China) para ahli astronom Tiongkok telah mengetahui diagram perbintangan langit sejak abad 2400 Sebelum Masehi. Perbintangan ini adalah 28 istana bulan atau dapat disebut sebagai konstelasi perbintangan yang mana membagi langit menjadi 28 sektor, dan setiap sektor memiliki ukuran yang bervariasi antara 0.5° - 30.25° berdasarkan kelebarannya. 28 konstelasi perbintangan ini diukur dari sepanjang garis ekuator dan bukan pada garis eklips (garis jalur Matahari), dan berbeda dengan zodiak perbintangan Barat. Sekalipun ukuran sektor 28 konstelasi perbintangan ini bervariasi derajatnya tetapi mereka semuanya dapat dimasukkan ke dalam lingkaran kompas Tiongkok 365.25°. Titik mulanya konstelasi dimulai dari bintang Da Jiao (disebut juga sebagai Tanduk Naga) pada sektor 126.16° arah Tenggara-1 (Chen – Cabang Bumi: 112.5° - 127.5°) dan berputar melawan jarum jam. Berdasarkan teori 28 Xiu atau konstelasi perbintangan ini, ke-5 benda alam, yaitu Matahari, Bulan, dan 5 Planet (Planet Yupiter, Planet Venus, Planet Saturnus, Planet Mars, dan Planet Merkurius) semuanya masuk ke dalam 28 konstelasi perbintangan ini. Dalam praktek Feng Shui lingkaran ini juga dapat dipakai untuk mencari hari baik, karena tiap hari tertentu dinaungi oleh 1 konstelasi perbintangan yang mana tiap 7 hari atau putaran 7 konstelasi perbintangan dinaungi oleh kelompok tertentu, yaitu: kelompok Naga Hijau, kelompok Harimau Putih, kelompok Kura-Kura Hitam, dan kelompok Burung Phoenix Merah. Karena ada 4 kelompok dan setiap kelompok mewakili 7 konstelasi perbintangan, maka: 4 kelompok x 7 konstelasi perbintangan = 28 konstelasi perbintangan sebagai berikut:



Secara totalnya, ada 14 konstelasi perbintangan yang membawa keberuntungan dan 14 konstelasi perbintangan yang membawa malapetaka. Sebagian dari praktek Feng Shui ada yang sangat menekankan pentingnya 28 konstelasi perbintangan ini tapi sebagian yang lain telah mengabaikannya dan hanya memakainya untuk mencari hari baik.


Diagram Perbintangan 28 Konstelasi Langit

Lingkaran 23: 360° Kompas Barat (360° Xian Du).

Ini adalah lingkaran yang terakhir dari kompas Feng Shui (Luo Pan). Sesuai dengan namanya: 360° Kompas Barat, maka kita tidak sulit menginterpretasikannya karena lingkaran ini adalah lingkaran kompas standar yang dipakai kompas umum lainnya. Kompas ini berfungsi sebagai referensi kita ketika menganalisa arah dan sektor tertentu (dari ke-22 lingkaran sebelumnya di atas!) jatuh pada berapa derajat pada kompas Barat. Perlu Anda ketahui bahwa kompas Feng Shui pada lingkaran 23 ini hanya ada setelah abad ke-20, lantas sebelumnya menggunakan apa? Sebelum abad tersebut kompas Feng Shui selalu menggunakan lingkaran ke-21: Wen Tian Xing Du Ji Xiong / 365.25° Pei Wu Xing sebagai lingkaran terluar kompas. Angka 365.25° adalah lingkaran kompas Tiongkok yang telah dipakai sebelum pengaruh dari Barat masuk dan tidak hanya dipakai untuk praktek Feng Shui saja tapi juga dipakai untuk aktivitas maritim (pelayaran). Baru ketika masuk abad 1697 Masehi ketika dinasti Qing (dinasti terakhir Tiongkok sebelum berdirinya RRC) semasa kekaisaran Gang Xi karena pengaruh dari bangsa Barat masuk terutama kelompok Jesuits menganjurkan Kaisar mengganti kompas Tiongkok lingkaran 365.25° menjadi lingkaran 360° untuk memudahkan pembagian lingkaran 1 sampai lingkaran 22 dalam angka yang genap. Walaupun pada kenyataannya lingkaran ke-21: 365.25° tetap masih ada dan dipakai, tapi peranan pentingnya telah digantikan oleh lingkaran ke-23 dan masih tetap dipakai sampai hari ini.

• Ringkasan Feng Shui aliran San Yuan:

Feng Shui aliran San Yuan adalah praktek Feng Shui yang lebih mengutamakan arah kompas, periode dan siklus, 9 bintang (Jiu Xing), aliran Qi yang kasat mata dipengaruhi oleh arah, serta kalender pemilihan hari, dan oleh sebab itu aliran ini di sebut dengan San Yuan atau tiga periode. Perbedaan dari kompas aliran San He dan aliran San Yuan adalah jika aliran San Yuan masih ‘meminjam’ beberapa lingkaran dari kompas aliran San He, akan tetapi kompas aliran San He dapat berdiri sendiri tanpa adanya tambahan lingkaran dari aliran San Yuan. Dan hal ini membuktikan praktek Feng Shui pada awalnya dari San He baru berkembang ke San Yuan. Dasar teori dari aliran San Yuan adalah dari Ba Gua (8 arah mata angin) yang dikembangkan menjadi 64 Hexagram Yi Jing (buku klasik perubahan), yang dilengkapi dengan 9 bintang (Jiu Xing) dan peranan angka kotak Luo Shu. Istilah lain dari aliran San Yuan adalah Xuan Kong, yang secara harafiah ‘Xuan’ berarti keunikan dan ‘Kong’ berarti kekosongan. Kata ini memberikan makna bahwa inti dari teori San Yuan terletak pada parameter waktu, karena tidak ada yang kekal abadi di dunia ini oleh sebab itu di sebut ‘Kong’ (kekosongan) akan tetapi sekalipun tidak ada yang abadi, dunia ini selalu berkembang seiring dengan perjalanan waktu, perubahan jaman ini yang membuat di dalam Kekosongan (Kong) terdapat keunikan (Xuan). Ini adalah salah satu filsafat dari Taoisme. Pendiri dari teori San Yuan adalah Shao Yong (hidup pada abad 1011 – 1077 Masehi) yang didukung oleh filosofi dari Zhu Xi (hidup pada abad 1130 – 1200 Masehi). Akan tetapi kedua orang di atas bukanlah seorang master Feng Shui hanya saja teori mereka dikembangkan menjadi praktek Feng Shui aliran San Yuan. Dan barulah teori tersebut menjadi aliran praktek Feng Shui ketika masuk jaman dinasti Ming akhir atau dinasti Qing awal oleh Jiang Da Hong (hidup pada abad 1620 – 1714 Masehi), lantas dikembangkan lagi oleh Zhang Zhong Shan (sekitar abad 1820 Masehi) dan mengalami banyak perkembangan ketika dipraktekkan oleh Shen Zhu Reng (hidup pada abad 1849 – 1906 Masehi). Master Feng Shui aliran San Yuan yang hidup pada era tahun 1900’an adalah Tan Yang Wu (hidup pada abad 1891 – 1945 Masehi).

Asal mula aliran ini berasal dari Jiangsu dan berkembang banyak di sebelah utara propinsi Zhejiang - Tiongkok. Sekarang prakteknya telah berkembang subur di negara Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia. Pembagian dari perkembangan sub-aliran San Yuan adalah sebagai berikut:

1. Sub-aliran Xuan Kong Pai.

a. Xuan Kong Da Gua: Praktek ini menggunakan kompas pada lingkaran 9 – 19 (lihat gambar di atas beserta penjelasan pada tiap lingkaran!).

b. Xuan Kong Fei Xing: Praktek ini telah banyak dikenal dimana-mana termasuk di Indonesia, karena sub-aliran ini lebih dikenal dengan istilah Feng Shui Bintang Terbang.

c. Zi Bai Xing: Dasar teorinya sama dengan Feng Shui Bintang Terbang hanya menggunakan rumusan yang berbeda.

2. Sub-aliran Ba Gua Pai.

a. Ba Zhai Ming Jing: Praktek ini juga telah dikenal dimana-mana termasuk di Indonesia, karena sub-aliran ini biasa diterjemahkan Feng Shui Delapan Tipe Rumah yang membagi setiap penghuni berdasarkan tahun kelahirannya agar memperoleh Ming Gua (angka bintang kelahiran) dan Zhai Gua (angka bintang duduk rumah) kemudian dibagi berdasarkan kelompok timur dan kelompok barat, yang masing-masing memiliki 4 arah baik dan 4 arah buruk berdasarkan 8 arah mata angin.

b. Fan Gua: Praktek ini kebanyakan dipakai untuk menentukan letak gunung dan air yang baik berdasarkan Trigram Ba Gua dari arah duduk dan arah hadap bangunan.

• Praktek Feng Shui dari sub-aliran Ba Gua (delapan arah mata angin) kemudian berkembang menjadi aliran baru (New Age) yang sering disebut dengan aliran ‘Topi Hitam’ (Black Hat Sect) yang disebarkan oleh Prof. Thomas Lin Yun di Amerika. Banyak para pakar Feng Shui menganggap bahwa aliran ini bukanlah bagian dari praktek Feng Shui yang murni karena teori dan prakteknya terlalu disederhanakan dan tidak mengikuti kaidah dasar dalam ilmu Feng Shui kuno (yang berdasarkan buku klasik manual), untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel kami: Feng Shui aliran baru = Mie Instan (short cut link). Selain itu, praktek Feng Shui aliran baru juga populer dengan penggunaan produk-produk Feng Shui, seperti koin Tiongkok, lonceng angin, dan aksesoris lainnya (baca artikel kami: 26 Macam Produk Feng Shui).

Koin Tiongkok

Cermin Feng Shui

Kura Kepala Naga

Lonceng Angin

3. Sub-aliran Long Men Ba Da Ju:

Metode ini juga disebut ‘Qian Kun Guo Bao’. Secara harafiah metode ini disebut ‘Gerbang Naga 8 Formasi’, artinya setiap arah duduk rumah (berdasarkan 8 arah mata angin) memiliki 8 sektor utama yang terbagi baik-buruknya untuk peletakkan pintu utama, kolam, dan lain sebagainya. Metode ini sangat populer dipraktekkan di Taiwan.


Keterangan: Terjemahan bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia yang kami lakukan adalah berdasarkan interpretasi pribadi dan tidak dapat dianggap sebagai terjemahan yang dogmatis dan mutlak harus diikuti!

1 2 3 4 5 6 7 8 Next


 
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * © 2008 by Indonesia Feng Shui Online Center
Powered by Krabsite